Persediaan pakan ternak, khususnya sapi potong/perah di Jateng aman. “Para
petani di kantong sapi pototng seperti Blora, Grobogan, dan Rembang, umumnya
sudah memiliki stok jerami untuk pakan di musim kemarau” kata Kepala Dinas
Peternakan Jateng, Sugiyono Pranoto.
Di daerah kantong sapi itu merupakan daerah kering, sehingga saat kemarau sulit
mencari hijauan pakan ternak (HPT). Untuk daerah dataran tinggi seperti Wonosobo,
Temanggung, Magelang, dan Banjarnegara yang merupakan daerah basah, persediaan
HPT biasanya selalu ada. Namun jika terjadi kemarau keras diharapkan stok pakan
ternak di Jateng masih mencukupi.
Dinas Peternakan Jateng katanya juga
meningkatkan pelayanan kesehatan ternak dan berbagai penyuluhan.
Harga Gabah Anjlok, Petani Mengeluh
Sebagai salahsatu daerah lumbung padi di Indonesia, ternyata para petani di
Kabupaten Ngawi, Jatim, gagal menstabilkan harga gabah. Saat ini, misalnya,
mereka mengeluh berat karena harga gabah anjlok berkisar antara Rp 900 hingga Rp
1.000/kg. Karena sedang panen raya, dikhawatirkan harga itu akan merosot lagi.
Para politisi setempat pun angkat bicara. Ketua DPD Partai Golkar Ngawi,
Soenaryo, menyebutnya sebagai ironi. “Ngawi itu daerah agraris, tetapi ternyata
harga gabah hasil panen petani hanya laku tak sampai seriburupiah per kilo.
Padahal, harga pupuk dan saprodi lain makin melejit” katanya. Dia berjanji,
partainya akan memperjuangkan agar masalah tersebut lekas diatasi.
Kurang Air, Seribu Hektar Padi Puso
Masyarakat di wilayah Wonogiri bagian selatan kini makin kesulitan memperoleh
air irigasi, apalagi air untuk kebutuhan memasak dan minum. Akibatnya, sekitar
seribu hektar lebih tanaman pangan, khususnya padi, mengalami gagal panen (puso).
“Tolong dipikirkan langkah yang lebih efektif agar warga tidak semata-mata
mengandalkan droping air” kata B Sugiarto, anggota DPRD setempat.
Bupati Wonogiri, Begug Poernomosidi mengatakan, selama ini pihaknya telah
melakukan berbagai upaya untuk mengurangi dampak kekeringan. Misal, memberi
bantuan 48 pompa air dari Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah, serta
puluhan pompa bantuan Departemen Pertanian. “Saya terus berupaya mencari solusi”
katanya. (Ydh/Ras/Jap)