Kisah - Saturday, 28 June 2003 21:37
PARA DIVA HOLLYWOOD : YANG SEMOK YANG ANGGUN Sejak Kecil Tubuh MM Diincar Banyak Lelaki
-
RINGKASAN yang lalu : John F Kennedy sebenarnya hanya menginginkan
Marilyn Monroe sebagai ‘teman kencan’. Teman di tempat tidur. Tapi ternyata MM
punya pendapat sendiri : dia yakin Kennedy tidak mencintai Jackie. Dia yakin
Kennedy mencintainya. Karena itu, MM lantas membayangkan suatu hari akan jadi
First Lady Amerika. Ini membuat kaget Kennedy, yang kemudian ‘menyerahkan’
masalahnya kepada adiknya, Bob Kennedy, yang Jaksa Agung. Karena MM mengancam
akan mengadakan pers konferensi mengenai hubungannya dengan Presiden, MM
akhirnya ... mati. Keterangan resmi : MM bunuhdiri dengan nguntal pil tidur
terlalu banyak !
SINGKATNYA, Marilyn Monroe ingin jadi semacam ‘Cinderella’. Atau seperti
beberapa isteri Raja Inggeris atau Raja Prancis, yang menikah dengan seorang
wanita biasa. Bahkan pelacur. Dan wanita itu kemudian jadi Ratu, yang memiliki
kekuasaan luarbiasa.
MM mungkin lupa : Presiden berbeda dengan Raja yang kekuasaannya mutlak. Di
zaman dahulu, biasa Raja punya harem - atau wanita simpanan, yang jumlahnya
bahkan sampai puluhan atau ratusan. Setiap wanita yang memikat Raja, akan dia
jadikan isteri atau selir. Presiden tidak bisa melakukan seperti itu !
Mungkin dengan mengancam akan mengadakan pers konferensi, MM berharap Kennedy
akan melunak dan ‘mengontak’ dirinya lagi. Meneruskan asmara mereka. Satu
‘ancaman’ yang mudah dipatahkan, mengingat Presiden punya ‘kekuasaan tersembunyi’
yang dapat berbuat apa saja, termasuk membunuh orang ‘secara tidak kentara’ atau
dikesankan ‘mati bunuhdiri’.
Lantas, siapa sebenarnya Marilyn Monroe yang punya ambisi besar jadi First Lady
Amerika ini ?
Sungguh mengherankan, ada tabloid Indonesia yang pada edisi Juni 2003 ini,
menulis demikian: Marilyn Monroe “lahir dari ibu yang tidak jelas dan ayah yang
tidak diketahui asal usulnya”.
Itu tidak benar.
Marilyn Monroe terlahir sebagai Norma Jean Baker atau Norma Jean Mortenson pada
1 Juni 1926. Ibunya bernama Gladys Baker, yang waktu itu bekerja sebagai
film-cutter di sebuah studio Los Angeles. Dia berkenalan dengan petualang asal
Swedia, namanya Edward Mortenson.
Gladys kemudian hamil tanpa nikah. Mortenson angkat tangan dan angkat kaki.
Tidak mau bertanggungjawab. Jadi : MM sudah yatim sebelum lahir!
Gladys sempat membawa MM kecil ke studio. Teman-temannya senang pada MM kecil
ini, dan suka menggoda atau mengajaknya bermain. Tapi perkembangannya
mengkhawatirkan: Gladys ada tanda-tanda ‘tidak normal’ alias mengalami kelainan
jiwa. Mungkin karena tekanan ekonomi, yang saat itu memang sangat berat.
MM dimasukkan ke rumah yatim-piatu. Sejak ini pula, penderitaannya dimulai.
MM dijadikan anak-asuh sebuah keluarga. Tapi tidak berlangsung lama, karena
banyak sebab. MM kembali masuk rumah yatim. Keluar lagi karena diangkat jadi
anak asuh. Tapi kembali lagi ke rumah yatim. Begitu berulang-ulang.
Salah satu yang membuat MM tidak krasan adalah : ayah angkatnya sering bernafsu
sekali ... ingin memperkosanya !
Orangtua asuh itu umumnya juga tidak mau ‘mengakui’ MM sebagai anaknya. Minimal
memanggilnya seperti anak yang lain. Jadi, MM merasa dijadikan ‘budak’. Inilah
yang tidak membuatnya krasan.
Akhirnya MM diasuh Bibi Grace, teman baik ibunya (yang akhirnya memang jadi gila).
Ternyata, suami Bibi Grace pun sama saja dengan yang lain. Kali ini malah
membuat Marilyn Monroe yang masih 13 tahun, hamil !
Setelah lahir, anak MM itu direnggut dari sisinya dan diberikan kepada orang
lain. Entah siapa. MM sebenarnya ingin mengasuhnya sendiri. Tapi keadaannya
tidak memungkinkan. Anak ini selalu disesalkan Monroe sampai tua. Karena dia,
setelah itu, tidak pernah lagi bisa melahirkan anak !
Setelah cukup besar, MM dikawinkan dengan Jim Dougherty pada 1942, MM yang masih
16 tahun, berusaha keras mencintai suaminya yang juga masih 19 tahun. Apalagi,
“he was the first person who ever liked me that much”. Dia orang pertama yang
sangat menyayangi aku.
Tapi karena Jim Dogherty tentara, Mm harus mau tinggal di perumahan yang sempit.
Ini sangat menyiksa. Lebih menyiksa lagi karena suaminya sering ‘tugas luar’ dan
lama. MM lantas pindah ke rumah mertua di Los Angeles. Tapi keluarga suaminya
ini tidak menerimanya dengan sepenuh hati. Akibatnya, MM lebih sering keluar
‘cari hiburan’. Terutama di .... bar.
Di situlah MM bertemu banyak lelaki yang, ternyata, umumnya sangat suka padanya.
Ternyata pula, yang mereka incar darinya adalah sex juga. Yah, seperti ayah-ayah
angkatnya dulu. Lelaki ternyata sama saja. Tapi berbeda dengan dulu, kini MM
sering memperoleh ‘ganti rugi’ puluhan dolar. Ini menimbulkan fikiran aneh :
ternyata cari uang itu mudah. Cukup dengan memanfaatkan tubuh ! -- (bersambung)
|
|
|
|