[LOGIN] [H o m e ]
Menu Utama
HOME - TOPIK

TOP Hit
Kirim Berita
Buku Tamu MP
Lihat Komentar
Situs Jogja

No.12 Th.60 Minggu III Juli 2007 (9)

No.11 Th.60 Minggu II Juni 2007 (9)

No.10 Th.60 Minggu I Juni 2007 (5)

No.09 Th.60 Minggu IV Mei 2007 (13)

No.36 Th.59 Minggu I Desember 2006 (21)

No.35 Th.59 Minggu IV November 2006 (27)


Online
Pengunjung dan Anggota
Kirim Pesan Pribadi.
Arsip Pesan Pribadi.

Selamat bergabung untuk anggota baru : grandonk

Cari Artikel


Modules
· Beritahu Teman
· Daftar Anggota
· Feedback
· Statistik MP


Warning: setlocale() [function.setlocale]: Passing locale category name as string is deprecated. Use the LC_* -constants instead. in /opt/lampp/htdocs/kr/mp/mainfile.php on line 496
Olah Raga - Saturday, 28 June 2003 21:45

BINTANG BINTANG LAPANGAN RUMPUT :Beckham Keranjingan Bola Sejak Kecil
-

DAVID ROBERT JOSEPH BECKHAM bisa dibilang beruntung, karena lahir di tengah ‘keluarga bola’. Ayahnya, Ted Beckham, pemain bola - meski belum menasional. Tapi yang lebih penting adalah kefanatikan ayahnya terhadap bola. Juga kepada klub Manchester Unitred.

Kakek David juga gila bola, tapi tidak sebagai pemain. Berbeda dengan ayahnya yang fan berat MU, kakeknya penggemar berat Arsenal. Jadi, ayah dan kakek bertentangan.

Baik ayahnya maupun kakeknya, suka memberi kado atau hadiah yang ada kaitannya dengan sepakbola. Selain membelikan bola untuk David kecil, ayahnya juga memberi hadiah .. kaos berlogo Manchester United. Sementara kakeknya memberi kaos berlogo Arsenal. Maka kalau David pergi ke rumah kakeknya, kaos Arsenal-lah yang dipakai. Tentu untuk menyenangkan kakeknya. Tapi, sebaliknya, tindakannya itu membuat ayahnya tidak senang. Untung, ayahnya cukup demokratis: dia tahu, David mengenakan kaos Arsenal sekadar untuk menyenangkan kakeknya.

Seperti halnya Pele kecil digembleng ayahnya yang juga pemain sepakbola, begitu pula David Beckham. Bedanya, Pele kemudian lebih banyak main sendiri bersama teman-temannya, dan dengan bola seadanya. David sejak kecil sudah dibelikan bola, tentusaja ‘khusus untuk anak’.

Sementara ibu, kakek dari ibunya, senang pada klub Tottenham Hotspur. Jadi, David ‘terjepit’ di antara tiga orang dewasa keluarganya yang gila bola. Kebetulan pula, mereka saling ‘membenci’. Artinya! ayahnya yang fans berat MU, benci pada Arsenal. Sementara kakeknya benci pada MU. Begitu pula kakek dari ibu.

Tapi, tentu, yang paling dominan adalah Ted, ayah kandungnya. Karena ayahnya penggila MU, maka sejak kecil pula, David sudah bercita-cita jadi pemain MU.

Meski ayahnya ‘benci’ Tottenham Hotspur, mislanya, dia sering membawa David ke lapangan Spurs pula. Inilah demokrasi Barat. Mungkin agar David bisa ‘membandingkan’ antara tiga klub yang disukai ayah dan kedua kakeknya itu.

Karena sejak kecil sudah ‘dijejali’ bola, Beckham akhirnya tidak begitu suka dengan pelajaran sekolah. “Aku paling tidak suka di dalam klas!” aku Beckham terusterang. “Mendapat pendidikan yang baik, mungkin memang penting. But football was the only thing on my mind. Tapi hanya sepakbolalah yang selalu ada dalam kepala saya!”

Jadi, bisa dibilang Beckham tidak punya kenangan manis’ tentang sekolah. “Soalnya aku memang tidak tertarik pada sekolah. Jadi aku tidak ingat pelajaran apa saja yang telah diberikan. Satu-satunya yang aku sukai hanya pelajaran seni!’

Karena ‘yang ada dalam fikiran’ hanya bola, maka begitu sekolah selesai, Beckham akan lari ke lapangan untuk bermain bola. Begitu keranjingannya, sehingga Bekham kecil pernah main bola sampai ... pukul 23.00. Ini merupakan ‘pelanggaran undang-undang rumahtangga’, karena pukul 21.00 harus sudah ada di rumah.

Karena telah ‘melanggar aturan’, Beckham dijatuhi hukuman : tidak boleh main sepakbola selama satu hari. “That killed me!” katanya. “Hukuman itu berarti telah ‘membunuhku’. Itulah hukuman paling berat yang pernah aku terima!”

Karena gilanya pada bola, di kemudian hari Beckham mengakui telah “kehilangan masa kanak-kanakku”. Sebenarnya ini tidak 100 persen benar. Sebab dengan main bola pun, Becks menikmati masa kanak-kanaknya. Tapi yang dimaksud dengan ‘kehilangan’ adalah ini: pada Malam Minggu, misalnya, anak-anak lain biasa bersenang-senang. Nongkrong di pinggir jalan dan menggoda orang lewat. Atau beramai-ramai nonton pertunjukan dan sebagainya. Beckham tidak suka itu. Sebab ... setiap Sabtu malam dia selalu menanti acara ‘Match of the Day’!

Acara sepakbola, itulah yang selalu ditunggu Becks. Jadi, sementara teman-temannya menikmati ‘masa kecil’ dengan bermain-main atau raun-raun, Beckham duduk serius di depan teve untuk menikmati pertandingan-pertandingan sepakbola.

Ada alasan lain kenapa Becks tidak mau larut bersama teman-temannya. Mereka biasanya main-main sampai malam, atau malah bergadang. Ini paling tidak disukai Becks. Sebab dia ... harus bangun pagi untuk main sepakbola.

Kalau bergadang, dia tidak mungkin bisa bangun pagi. Berarti ‘kehilangan waktu emas’ untuk main sepakbola !

“Football was drummed into me and it was all I wanted to do!” katanya. “Sepakbolalah yang selalu ‘berdentang’ di dalam diri saya, dan itulah satu-satunya yang ingin aku lakukan!”

Artinya : sudah sejak kecil, Beckham memang keranjingan sepakbola. Itulah kesenangan satu-satunya yang membuatnya bahagia. Memainkannya. Tapi juga melihat pertandingan-pertandingan yang dilakukan klub-klub ternama, khususnya MU. “Pokoknya aku ingin mengetahui segalanya tentang sepakbola!” kata Becks tandas

-- (bersambung)

Artikel Lainnya
Ria Rumaningsih
Wibowo Pengabdi Lingkungan 2003
Bisnis Seks Makin Blak-blakan
Pil Aborsi Nekat Beriklan hasinya Tipuan
Angker Karena Bekas Gudang Senjata
Nanako Matsushima Keberuntungan Milik Siapa?
Penyelarasan Melalui Kristal
Mahalnya Sekolah !
Sehari Bersama Hj Sri Pudjiati, Direktris Al Buruuj Catering
PROTES KYOKO FUKADA
Dari Perancis Rindu Indonesia
Filsafat ’Tela’
Membaca Ba’asyir dan Terorisme
SEPAKBOLA PIALA KONFEDERASI Turnamen Setengah Hati
BINTANG BINTANG LAPANGAN RUMPUT :Beckham Keranjingan Bola Sejak Kecil
PETARUNG PETARUNG LEGENDARIS FORMULA SATU (F-1) Gelar Terakhir untuk Temannya yang Tewas
Wimbledon : Nama-nama Baru Akan Berjaya ?
Mungkinkah Lennox Lewis vs Roy Jones Jr ?l Klitchko dikalahkan Klitchko sendiri !
TRUE STORY KRIMINAL : DUA WANITA VS PEMERKOSA - PEMBUNUH Tidak Diperkosa dan Tidak Dirampok : Jadi ?
PARA DIVA HOLLYWOOD : YANG SEMOK YANG ANGGUN Sejak Kecil Tubuh MM Diincar Banyak Lelaki
Cari Tahu Lewat E-Mail
Aman, Stok Pakan Ternak di Jateng
Blak-blakan ANISSA NURUL SHANTY Seksi Tidak Berarti Buka-bukaan
Kuncung Ronaldo Terbukti Bertuah
Gila Judi, Pecatan Polisi Mbegal Motor

Login/Daftar | 0 Komentar |
Komentar adalah properti pengirimnya. Kami tidak bertanggung jawab atas isinya.

Copyright © 2000 by Minggu Pagi Online