| 18/01/2008 06:02:13 YOGYA (KR) - Menteri Perhubungan Republik Indonesia Jusman Syafii Jamal menegaskan revitalisasi terhadap PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) mutlak untuk dilakukan. Salah satu tujuannya agar bisa menyesuaikan diri untuk bersaing dengan operator lain di bidang transportasi. Revitalisasi tersebut termasuk perbaikan sarana dan prasarana perkeretaapian untuk menuju zero accident atau nol kecelakaan. Menhub menegaskan hal itu saat menutup Rapat Kerja Semester I Tahun 2008 PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) yang mengambil tema 'Melalui Peningkatan Keselamatan Kita Tingkatkatkan Kinerja Perusahaan dan Kesejahteraan Pegawai' di Hotel Novotel Yogyakarta, Kamis (17/1). Diungkapkan Menhub, revitalisasi juga akan membuat fasilitas baru misalnya permintaan dari wilayah di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sumatera Barat Bagian Selatan yang meminta PT KAI untuk menyediakan kereta api untuk mengangkat Batubara. Menteri Negara BUMN Sofyan A Djalil dalam sambutannya yang dibacakan Deputi Menneg BUMN Bidang Usaha Logistik Hari Susetyo Nugroho mengatakan pemerintah telah menggulirkan kebijakan revitalisasi perkeretaapian nasional dengan dikeluarkannya UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Melalui reformasi kelembagaan, industri perkeretaapian nasional ke depan diharapkan dapat berkembang lebih cepat dan dinamis dibandingkan periode sebelumnya. Lebih lanjut Sofyan Djalil mengatakan untuk mewujudkan prasarana dan sarana perkeretaapian yang handal dan berkualitas, termasuk penyehatan PT KAI pemerintah memberikan batas waktu 3 tahun. Pemerintah akan menyediakan pendanaan sebesar 19,5 Triliun melalui APBN untuk pelaksanaan program tersebut. Selain itu selaku Kuasa Pemegang Saham PT KAI, Menneg BUMN memutuskan untuk mempercepat restrukturisasi PT KAI yaitu dengan melakukan spin off segmen bisnis Angkutan Batubara di Sumatera Bagian Selatan dan spin off Divisi Jabodetabek yang harus terealisir paling lambat akhir semester pertama tahun 2008. Direktur Utama PT KAI Ronny Wahyudi mengatakan tahun 2008 ini PT KAI tidak menargetkan laba yang besar. Meski dalam realisasi jumlah penumpang tahun 2007 mencapai 168.206.309 atau 102,59 persen di atas program. Namun mulai tahun ini dalam proses revitalisasi PT KAI akan lebih fokus terhadap perbaikan infrastruktur daripada menargetkan laba yang besar namun mengabaikan faktor keselamatan. "Kami dalam proses menuju zero accident, semua kepala daerah operasi dan divisi regional tahun 2008 kami minta anggarannya diarahkan untuk program keselamatan," kata Ronny Wahyudi. PT KAI memprogamkan jumlah penumpang tahun 2008 sebesar 177.549.939 atau meningkat 5,55 persen dari realisasi tahun 2007. Pendapatan angkutan penumpang tahun 2007 mencapai Rp 1,717 triliyun dan program tahun 2008 ditargetkan Rp 1,812 triliun atau meningkat 5,58 persen. Sedang pendapatan angkutan barang pada 2007 Rp 1,063 triliun thun 2008 diprogramkan Rp 1,398 triliun dan pendapatan pendukung pada tahun 2007 Rp 137 miliar diprogramkan menjadi Rp 147,6 miliar. Menurut Ronny, selama tahun 2007 angka kecelakaan yang melibatkan kereta api mencapai lebih dari 100 kejadian. Diharapkan program zero accident akan menekan angka kecelakaan dan jumlah korban. Program ini secara ketat akan dipantau oleh Menhub minimal 3 bulan sekali. (R-1)-f |