Jual Beli
SGD 6674.15 6545.15
USD 9480.00 9330.00
sayap-sayap yang terkembang
Selengkapnya
Home>>Berita Utama (Hlm Luar)
5 PESAWAT GAGAL MENDARAT DI ADISUTJIPTO ; Cassa 212 DAS Jatuh, 3 Awak Tewas
28/01/2008 09:08:27 

YOGYA (KR) - Hujan deras terus menerus di Yogyakarta, membuat Bandara Adisutjipto ditutup lebih dari 2 jam, mulai pukul 16.55 WIB, Sabtu (26/1). Akibatnya, 5 maskapai penerbangan gagal mendarat. Sebagian dialihkan ke bandara lain (divert) dan sebagian kembali ke bandara semula (return to based).
Akibat cuaca buruk tersebut, membuat ruang tunggu bandara penuh calon penumpang. Meski ruang tunggu sudah diperluas, namun jumlah penumpang yang belum berangkat jauh lebih banyak dari kapasitas ruang tunggu. Meski demikian, penumpang terlihat tertib dan tenang, apalagi bersamaan dengan itu digelar live musik yang menghibur.
Petugas bandara berulangkali mohon maaf dan memberi penjelasan tentang cuaca buruk sehingga bandara tidak dapat didarati. Sehingga pesawat yang akan dinaiki mengalami kemunduran keberangkatan (delay).
Asisten Manajer Operasional PAP I Bandara Adisutjipto, Hanad Prayitno ketika dihubungi KR membenarkan ada pesawat yang tidak dapat mendarat sesuai jadwal. Dari 5 pesawat gagal mendarat, 2 diantaranya dialihkan (divert) ke bandara lain, yakni Mandala Air JT 353 dari Banjarmasin ke Yogya dialihkan ke Bandara Juanda Surabaya, Garuda GA 210 dari Jakarta dialihkan ke Solo. Sedangkan yang kembali ke bandara semula (return to based), yakni Adam Air KI 128 kembali ke Cengkareng, Lion J5 550 kembali ke Cengkareng serta Batavia yang kembali ke Surabaya.
Kelima pesawat tersebut mulai pukul 19.30 sudah mendarat kembali di Yogyakarta.
Pesawat kemudian membawa terbang penumpang yang sudah lama menunggu. ”Semua lancar. Jadi hanya keterlambatan penerbangan,” ujarnya.
Kasubsi Meteo Bandara Adisutjipto, Kapten Sus Subakir mengemukakan, bandara terpaksa ditutup karena jarak pandang yang pendek sehingga sangat berisiko untuk didarati. Curah hujan lumayan besar, yakni 49 mm. Bandara mulai ditutup sejak jam 16.55 hingga dibuka kembali pukul 18.25 WIB.
Tiga Awak Tewas
Tiga awak pesawat Cassa 212 seri 200 dengan nomor registrasi PK-VSE milik PT Dirgantara Air Service (DAS) yang jatuh di pedalaman Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (26/1), ditemukan tewas.
Namun, tim Basarnas kesulitan untuk mengevakuasi korban karena topografi tempat kejadian adalah kawasan pegunungan, meski berjarak tidak jauh dari lapangan udara Long Ampung.
Ketiga awak pesawat itu adalah putera legenda penerbangan Indonesia Leo Wattimena, Clifford Wattimena, 53 tahun yang menjadi co-pilot serta pilot Sumiskum dan mekanik Darsono.
Kasubsie Operasi Kantor Basarnas Balikpapan Harmoni Adi, ketika dihubungi dari Samarinda mengatakan, tiga awak ditemukan tewas oleh warga setempat sekitar pukul 16:35 Wita di daerah Tidung Payau. Tepatnya di koordinat 01 derajat 34,48 Utara dan 115 derajat 00,23 Timur.
”Sampai sekarang proses evakuasi tim Basarnas dengan bantuan warga masih dilakukan, meski kami akui hal itu cukup sulit karena keadaan medan yang berbukit,” katanya.
Manajer PT DAS Area Kaltim, Ramly Effendi Siregar mengatakan, pesawat tersebut mengangkut panel listrik tenaga surya untuk warga pedalaman dari Bandara Juwata, Tarakan, menuju landasan udara Long Ampung. Kondisi sayap kanan pesawat patah dan terbakar. Bagian moncong depan dan lantai pesawat remuk. Sedangkan kondisi korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
Menurut dia, direncanakan para korban yang berhasil dievakuasi akan dibawa ke Tarakan pada Minggu pagi (27/1) untuk kemudian dipulangkan ke rumah duka masing-masing. Clifford akan dipulangkan ke Palangkaraya (Kalteng), Sumiskum ke Jakarta, dan Darsono ke Tarakan.
Penyebab kecelakaan pesawat PT DAS hingga kini juga belum diketahui.
Menurut Ramly, pesawat PT DAS secara rutin dicarter oleh pemerintah propinsi untuk mengirimkan panel surya untuk listrik di daerah pedalaman Kaltim.
Pesawat nahas itu berangkat jam 08:10 Wita dari Tarakan dan melakukan kontak terakhir sudah di Long Ampung sekitar pukul 09:35 Wita. Disinggung mengenai kondisi pesawat, Ramly mengatakan pesawat produksi PT. Dirgantara Indonesia tahun 1988 itu dinilai masih laik terbang.
”Pemeriksaan kondisi kelayakan pesawat terakhir dilakukan pada Desember 2007,” kata Ramly.
Mengenai kondisi cuaca saat penerbangan dilakukan, Ramly mengatakan saat itu jarak pandang di Bandara Juwata mencapai lima kilometer. Menurut dia, kondisi itu tergolong normal karena jarak pandang untuk pesawat kecil seperti Cassa minimal adalah 500 meter.
Clifford diketahui sudah bekerja bersama PT DAS selama 25 tahun. Ia merupakan putra dari salah satu penerbang handal Indonesia Marsekal Muda (Pur) Leonardus Willem Johanes Wattimena, atau yang dikenal dengan Leo Wattimena.
Leo yang meninggal dunia pada 1976 tercatat sebagai penerbang jet pertama Indonesia di masanya, khususnya pesawat de Havilland DH-115 Vampire. Ia pernah menjabat sebagai Panglima AU Mandala pada masa perebutan Irian Barat dari Belanda.
Ramly menjelaskan, kontak terakhir pukul 09:35 Wita pesawat telah berada di Long Ampung. Sinyal pesawat naas itu sempat tertangkap oleh pesawat lain pada posisi sekitar tiga mil dari Long Ampung. ”Namun, setelah pukul 12:00 siang pesawat belum juga mendarat dan kami kehilangan kontak,” katanya.
Kasubsie Operasi Kantor Basarnas Balikpapan Harmoni Adi mengatakan hasil pencarian awal dibantu warga telah menemukan benda yang diduga bangkai pesawat di Kidung Payau tidak jauh dari landasan udara Long Ampung sekitar pukul 16:35 Wita. (Jon/Ogi/M-4)-f

Berita Lainnya:
Hasil Sementara Pilkada di Purworejo; Daromi Irdjas-Subhan Unggul
YANG KETAHUAN BOLOS DITINDAK TEGAS ; Kader PKB Dilarang Gabung Nasdem
KEMELUT SATGAS PEMBERANTASAN MAFIA HUKUM; Hari Ini Klarifikasi Isu ‘Perpecahan’
Igo dan Citra Sama-sama Siap Kalah
Tabung Gas Meledak, Bisa ’Class Action’
UKM LEMAH DIBANTU APBD ; PSKY Jadi XT Square
31/07/2010 09:06:11 

YOGYA (KR) -  Pasar Seni dan Kerajinan Yogyakarta (PSKY) yang terletak di bekas Terminal Umbulharjo ini berubah nama menjadi XT (Eks - Terminal) Square Sementara itu direncanakan Usaha Kecil Menengah (UKM) lemah yang menyewa kios pembiayaan sewa akan dibantu oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)  Kota Yogyakarta 2011 mendatang

PSIM AKHIRI SELEKSI, PSS CARI INVESTOR ; Persiba Gunduli Buah Mujarab
PSSI Umumkan 22 Pemain ke Piala AFF
PEREBUTAN JUARA III PIALA INDONESIA ; Persik dan Persipura Optimis
PETANI PANEN LEBIH AWAL ; 10% Produksi Ubi Kayu Membusuk
31/07/2010 09:06:11 

WONOSARI (KR) - Tingginya curah hujan sampai Juli 2010, berdampak pada tanaman ubi kayu di Gunungkidul Banyak tanaman ubi kayu yang umbinya membusuk karena terendam air, sehingga petani terpaksa memanen lebih awal meskipun waktu panen belum saatnya

SEMANGAT BARU PRAMITA UTAMA ; Siapkan Nama Baru 'Parahita'
BELUM BERPENGARUH BESAR TERHADAP INFLASI ; Harga Cabai Tak Stabil, Sayuran Turun
Jualan Bunga Tabur Tak Lagi 'Harum'
Redaksi | Kontak Kami | Pasang Iklan | Profile Perusahaan | Disclaimer
Copyright © 1998 by KR Online Jl. P. Mangkubumi 40-44, Yogyakarta - Indonesia Telp. 62-274-565685 / Fax. 62-274-563125