| |
Jual |
Beli |
| SGD |
6674.15 |
6545.15 |
| USD |
9480.00 |
9330.00 |
|
 |
|
|
 |
|
 |
| sayap-sayap yang terkembang |
 |
|
|
|
|
|
 |
|
| >>Berita Utama (Hlm Luar)
|
| 14.125 TAPAK TANGAN PEDULI CANDI BOROBUDUR ; Besok, Umat Budha Rayakan Waisak |
 |
19/05/2008 09:44:47 MAGELANG (KR) - Penggabungan 140 spanduk dari 16 universitas se-Indonesia yang berisi 14.125 cap telapak tangan akan dibawa mengelilingi Candi Borobudur, Magelang, pada saat pelaksanaan pradagsina. Prosesi ini berjalan mengelilingi candi searah jarum jam, sebagai salah satu rangkaian peringatan Tri Suci Waisak 2552/2008 yang akan dirayakan oleh umat Budha, Selasa (20/5) besok. Bersama 140 spanduk yang berisi 14.125 cap telapak tangan itu juga diluncurkan brosur pelestarian ‘Saya Sudah ke Borobudur’ dalam dua bahasa di pelataran candi tersebut, Minggu (18/5). Direktur Peninggalan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) RI, Soeroso, juga ikut mengecap telapak tangan serta membubuhkan tanda tangannya di atas lembaran kain spanduk putih. Diikuti Junus Satrio Atmodjo (Kepala Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan Depbudpar RI), Himachuli Gurung (Programme Specialist UNESCO Jakarta), Bhiksu Bhadra Ruci (pendiri Yayasan Dharma Centre Kadam Choeling) dan Marsis Sutopo (Kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur), serta Lenny Hidayat (Koordinator IndoWYN). Soeroso mengatakan, Indonesia sebenarnya sangat kaya dengan peninggalan-peninggalan. Sekarang adalah bagaimana menata semua itu untuk kemudian dapat menjadi lebih lestari, serta meningkatkan apresiasi masyarakat agar dapat lebih mengenal dan menghargai peninggalan-peninggalan nenek moyangnya. ”Seperti yang dilakukan Indonesia World Heritage Youth Network (IndoWYN) yang mengadakan kampanye kebudayaan 10 ribu cap tangan dan brosur pelestarian untuk Borobudur sebagai warisan budaya dunia di Indonesia,” katanya. Kepada wartawan, Lenny Hidayat di antaranya mengatakan kampanye kebudayaan ini dilakukan secara serentak di 16 universitas yang tersebar di 17 titik di 5 kota di Indonesia, yakni Medan, Jakarta, Bogor, Bandung dan Yogyakarta, 5-15 Mei 2008 lalu. Kampanye ini melibatkan ratusan sukarelawan, dan berhasil mendapatkan dukungan dari 14.125 kaum muda. Dikatakannya, kegiatan ini juga ingin menunjukkan bahwa sebenarnya di 100 Tahun Kebangkitan Nasional di Indonesia ini kaum mudanya bangkit, bangkit untuk budaya Indonesia. Terkait peringatan Hari Raya Waisak oleh umat Budha, Selasa (20/5) besok, detik-detik Tri Suci Waisak jatuh tepat pada pukul 09.11’.08’’. Tema yang diangkat menurut Ketua Sangha Theravada Indonesia, Bhiku Jottidammo Mahathera, adalah ‘Kehadiran Budha sebagai Sumber Kebangkitan Moral dan Semangat Mawas Diri’. Upacara ‘puja bhakti’ sudah dilaksanakan sejak hari Minggu (18/5) kemarin. Antara lain pemberkahan air yang diambil dari Umbul Jumprit Temanggung dan penyalaan lilin dan pelita, yang apinya berasal dari Mrapen Grobogan, di altar di samping Candi Mendut. (Tha)-z |
|
 |
|
|
 |
|