| |
Jual |
Beli |
| SGD |
6674.15 |
6545.15 |
| USD |
9480.00 |
9330.00 |
|
 |
|
|
 |
|
 |
| sayap-sayap yang terkembang |
 |
|
|
|
|
|
 |
|
| >>Berita Utama (Hlm Luar)
|
| KEJUTAN MALAM LEBARAN ; ’Nyidamsari’ Manthous Membuat Trenyuh |
 |
03/10/2008 09:58:01 MASIH ingat tokoh yang mempopulerkan musik Campursari? Musisi asal Gunungkidul, Manthous, lama tidak pernah ada kabar beritanya menjalani hidup di Jakarta, namun tiba-tiba muncul kembali. Tidak terduga, di malam Idul Fitri 1 Oktober 2008 lalu, musisi yang lama menderita stroke itu menyanyikan lagu favoritnya ”Nyidamsari”. Kemunculan yang mengejutkan tentu saja. Didampingi istrinya, Asih Kusumawati, Manthous mendendangkan lagu yang ternyata kesukaan ibunya, Ny Wiryoatmaja. Seperti diketahui, Manthous yang sudah beberapa tahun menderita sakit, tidak dapat bicara dan menyanyi. Malam itu tampil percaya diri didepan Trah Poncopartiko, disaksikan sekitar 200 orang. Diiringi organ tunggal Yunianto (adiknya), Manthous mencoba membuka memorinya. Meski berusaha kuat, tetapi ia memang belum bisa total hafal. Justru tampak beberapa kali Manthous meneteskan air mata, bahkan ketika ada syair yang salah ucap, ia tertawa tetapi tidak mengganggu menyanyikannya. Tepuk tangan sanak saudara ketika ia menyanyi, membuat trenyuh dan terharu. Beberapa kali istrinya selalu memberikan dorongan agar Manthous mau mengingat lagu-lagu favoritnya. Ia kemudian mencoba menyanyikan ”Sapinggiring Bengawan” dan lagu terakhir ”Gethun”. Kejutan Manthous menyanyi, membuat banyak orang yang lewat di acara Syawalan Trah Poncopartiko, berhenti. Menurut Asih Kusumawati istrinya, yang didampingi 4 putrinya Tatut Dian Ambarwati (Tatut), Ade Dian Krismastuti (Dian), Deni Dian Novanona (Deni) dan Anidya Janu Wardhani (Ninuk). Manthous memang dirawat di Jakarta, setiap Asih Kusumawati pentas Campursari selalu diajak, kendati dalam keadaan sakit. Ternyata membuat memori yang selama ini tersimpan, sedikit demi sedikit muncul. ”Saya bersyukur, suami saya mau menyanyi” kata Asih, Ny Wiryoatmaja memberikan suport begitu selesai menyanyi. Manthous mendapat bonus ciuman ibunya. Ketika ditemui KR, dengan terbata-bata Manthous seolah meminta maaf pada penggemarnya. Ia beberapa kali meneteskan air mata. Istrinya mengatakan, mudah-mudahan penampilan pertamanya di Gunungkidul mampu memberikan semangatnya lagi. Memang untuk menuju kearah kembali seperti dahulu, ia ragu. Paling tidak, membangkitkan agar semangatnya tumbuh lagi, dengan banyak berlatih, memberikan spirit sepanjang hidupnya. (Tulus Ds)-f |
|
 |
|
|
 |
|