| |
Jual |
Beli |
| SGD |
6674.15 |
6545.15 |
| USD |
9480.00 |
9330.00 |
|
 |
|
|
 |
|
 |
| Sayap Sayap yang Terkembang |
 |
|
|
|
|
|
 |
|
| >>Panggung
|
| HARI INI, DI GEDUNG GEREJA GKJ SARIMULYO; Ida Zoraida, Konduktor ‘10 Tahun Paduan Suara Adeva’ |
 |
11/11/2008 05:24:25 AKTIVITASNYA dalam dunia musik dan paduan suara hingga kini masih terus dilakukan. Menulis syair, memimpin grup orkestra dan paduan suara serta menjadi konduktor ditekuni dengan sungguh-sungguh oleh Dra Ida Zoraida. Hari ini, Selasa (11/11), ia akan memimpin sekaligus menjadi konduktor dalam pergelaran ‘10 tahun Paduan Suara Adeva’ yang berlangsung di Gedung Gereja GKJ Sarimulyo Jalan Kaliurang Km 5,6 Pandega Bhakti 20 Yogyakarta. Acara akan dilaksanakan mulai pukul 16.30-19.00 dengan menampilkan sekitar 25 vokalis. “Personel paduan suaranya lebih banyak ibu-ibu dibanding bapak-bapaknya, dan saya akan menjadi konduktornya,” kata Ida Zoraida, Senin (10/11). Menurutnya, paduan suara Adeva dibentuk pada 6 Oktober 1998. Adapun nama Adeva merupakan gabungan dari ‘Adam’ dan ‘Eva’. “Jadi paduan suara gabungan ibu-ibu dan bapak-bapak,” ujarnya. Paduan suara tersebut terdiri dari suara sopran, alto, tenor, bariton dan bass. Dalam pergelaran nanti paduan suara akan diiringi oleh organ yang dipercayakan kepada Chritopher Adi. Namun demikian beberapa lagu akan dilantunkan secara akapela. Paduan suara Adeva sebenarnya tak hanya aktif menyanyi di gereja, namun juga melayani kegiatan lain seperti pemberkatan pernikahan. Dalam acara nanti Adeva akan membawakan 16 lagu dengan ragam irama, seperti irama klasik, pop, keroncong dan tradisional daerah. Lagu-lagu yang akan dibawakan yaitu Besarlah Nama Tuhan (Schlust), Kemuliaan Tuhan (LV Bethoven) dengan irama klasik dan lagunya diterjemahkan oleh Drs Usadi Wirjatmaja. Kemudian Cerahnya Hari Ini dengan irama pop, Selembut Sutra (A Riyanto), Rebana yang bernuansa Timur Tengah. Usai lima lagu yang dipersembahkan, acara akan diisi oleh doa dan dilanjutkan lagi dengan lagu berirama pop yaitu Lilin Kecil (James Sondakh), lagu keroncong berjudul Yesus Nakhoda Agung. Kemudian lagu berkhas Tapanuli yang diciptakan Mercy Tampubolon berjudul Apakah Arti Ibadahmu, dan disusul lagu Oh Tuhanku yaitu sebuah lagu klasik karya George Vrederich Handle yang judul aslinya Largo. “Semua lagu yang iramanya beragam ini dikemas menjadi lagu rohani,” kata Ida yang juga pimpinan Orchestra Keroncong KR. Lagu-lagu lain yang akan ditampilkan yaitu Kaulah Segalanya (Tito Sumarsono), Sering Kutanya pada Diriku karya Panjaitan dengan irama keroncong, He Love Me yang bernuansa semi klasik karya Tom Fetke, Yesus Sungguh Berarti lagu pop karya Ivan Dhea, Eternal Live lagu klasik karya Olive Duncan, dan terakhir lagu berbahasa Maluku yang diaransemen Sutrisno berjudul O La Bapak Ja. (Cdr)-k |
|
 |
|
|
 |
|