| 18/12/2008 09:18:09 YOGYA (KR) - M-learning atau mobile learning bisa membantu siswa untuk belajar dimana saja dan kapan saja. M-learning yang masih menjadi hal baru ini merupakan bagian dari E-learning, pembelajaran menggunakan teknologi internet yang banyak digunakan diberbagai sekolah. Hal itu disampaikan staf pengajar PPPPTK Matematika, Muhammad Tamimuddin H, pada talkshow Mathematic Mobile Learning di Auditorium UNY, Rabu (17/12). ”M-learning ini cenderung untuk mengingatkan semua yang diajarkan lebih mendalam, seperti halnya untuk matematika mengingatkan rumus-rumus yang ada,” katanya. Dijelaskan, bentuk pembelajaran semacam ini ungkapnya memang merupakan hal baru dan belum banyak dipublikasikan maupun digunakan dalam membantu proses pembelajaran. Ini merupakan sebuah peluang bagaimana HP dimanfaatkan untuk pembelajaran, selain belajar-mengajar dikelas. Pembelajaran dengan menggunakan M-learning ungkapnya memang tidak akan sepenuhnya menggantikan pembelajaran lain, namun dengan menggunakan sistem ini akan lebih disesuaikan dilingkungan dimana computer aided learning tidak tersedia. ”Sistem yang optimal adalah menggabungkan M-learning dengan pembelajaran lain, jadi M-learning ini sebagai suplemen,” tuturnya. Sementara itu Teknisi UPT Puskom UNY Aam Abraham Siang SSi, mengungkapkan M-learning merupakan pembelajaran lintas lokasi dengan memanfaatkan kemampuan yang dimiliki mobile device. Dengan kata lain mobile learning ini mengurangi keterbatasan lokasi pembelajaran dengan mobilitas yang dimiliki oleh peralatan portabel. Keungggulan M-learning, menurutnya, ketersediaan materi pembelajaran yang bisa dilakukan disembarang lokasi. Selain itu juga memungkinkan umpan balik yang cepat dari pembelajar lain dengan konteks yang sama. ”Dengan kata lain yakni penggantian buku catatan dengan RAM yang secara ukuran fisik jauh lebih kecil dan konten dapat disesuaikan, sedangkan untuk tambahan game merupakan hiburan lain yang memberi nuansa berbeda dalam belajar,” tambahnya. (Ben)-f Menurut Aam, dalam pembelajaran matematika menggunakan sistem ini bisa mengubah realitas ke abstrak sehingga dapat disajikan dalam bentuk rumus matematika yang dapat diuji secara numerik. Karena menurutnya secara konsep, TI berlandaskan pada logika matematika. Rumus matematika yang digunakan dalam sistem ini dapat berlaku secara umum sepanjang jenis variabelnya sama, yang berarti pernyataan matematika mudah untuk disimulasikan. Selain itu, rumusan matematika dapat dibatasai dalam variabel tertentu sehingga dapat dnegan mudah disusun suatu model yang selanjutnya dapat ditransformasikan dalma bentuk yang lebih informatif. ”Kekhasan ini memudahkan penyusunan aplikasi pembelajaran matematika dengan menggunakan piranti digital sebagai medianya,” tambahnya.(Ben)
|