Jual Beli
SGD 6674.15 6545.15
USD 9480.00 9330.00
sayap-sayap yang terkembang
Selengkapnya
Home>>Jawa Tengah
MEGA PROYEK PERKOTAAN ; Tak Selalu Jadi Ancaman Perkampungan Kota
13/06/2009 08:56:09 SEMARANG (KR) - Dr Ir Sudarmawan Juwono MT, Dosen Universitas Bung Karno Jakarta yang juga pegawai PT Pos Indonesia Jakarta tercatat sebagai lulusan pertama program Doktor (S3) Teknik Arsitektur dan Perkotaan Undip. Di hadapan tim penguji ujian Doktor terbuka yang diketuai Rektor Undip Prof Dr dr Susilo Wibowo MS Med SpAnd, di kampus Pascasarjana Undip, Sudarmawan berhasil mempertahankan disertasi berjudul ëKampung Kuningan di Kawasan Mega Kuningan Jakartaí dengan hasil lulus cumlaude IPK 3,77.
Di depan promotor Prof Dr Ir Sugiono Soetomo DEA dan dua co-promotor (Prof Dr AM Djuliati Suroyo dan Dr Ir Joesron Alie Syahbana MSc) dan tim penguji, Sudarmawan memaparkan hasil penelitian tentang ekologi, desain kota, rancangan dan sosial ekonomi yang dilakukan di kawasan Kampung Kuningan Jakarta yang selama 9 tahun ini seakan ìterhimpitî oleh mega proyek Mega Kuningan, namun tetap bertahan dan bisa bersinergi baik.
“Sekarang ini di berbagai tempat di Indonesia, pembangunan mega proyek banyak dilakukan dan terkadang dianggap menggusur keberadaan kampung-kampung lama di perkotaan. Namun tidak semuanya begitu karena contoh di Kampung Kuningan Jakarta menunjukkan bahwa keberadaan atau pembangunan Mega Kuningan bukan menjadi ancaman Kampung Kuningan, tetapi sebagai peluang ceruk pasar,” ujar Sudarmawan.
Menurut alumnus S1 UNS dan S2 Undip ini, dalam perkembangan kota di era global ini seakan lebih banyak memberi kesempatan berkembang dan beraktivitas bagi orang kaya. Namun, ternyata pelaku aktivitas di suatu kawasan ëkayaí tidak hanya mereka yang kaya melainkan masyarakat kalangan rendah, miskin atau kalangan terpinggirkan (sektor informal). Sehingga bila ditata dengan baik kampung-kampung di perkotaan yang banyak dihimpit kawasan Mega Proyek bisa bersinergi dengan baik.
“Penelitian saya, keberadaan Kampung Kuniungan dengan Mega Kuningan menunjukkan tidak saling ëbunuhí dan punya ruang gerak yang bebas. Kawasan ini tidak hanya aspek sosial budaya tetapi juga sebagai ruang aktivitas ekonomi. Keberadaan masjid, makam dan fasilitas kampung lainnya di sana bukan hanya sebagai tempat ibadah semata melainkan juga sebagai aktivitas kawa- san atau sebagai ruang yang betul-betul fungsional,” jelasnya.
Selama 9 tahun terakhir Kampung Kuningan yang seakan dihimpit Mega Kuningan mampu bertahan dan bersinergi baik dengan Mega Kuningan. Para penghuni atau pekerja di Mega Kuningan sangat membutuhkan keberadaan Kampung Kuningan di antaranya untuk kos atau kontrak, membeli makan dan lain sebagainya.
Lulusan pertama program doktor Teknik Arsitektur dan Lingkungan Undip inipun merekomendasikan pada pemerintah agar keberadaan kampung-kampung semacam Kampung Kuningan di kota-kota besar di Indonesia tetap dijaga keberadaannya dan disinergikan dengan mega proyek perkotaan. Pemerintah berkewajiban menata infrastruktur kampung dan menjaga serta memberdayakan kampung agar bisa bersinergi dengan mega proyek perkotaan.
(Sgi)-k
Berita Lainnya:
PEMILUKADA WONOSOBO ; Hitung Cepat, KPU Gandeng RAPI
DIIKUTI 9 PASANGAN CALON ; Hari Ini Pemilukada Purworejo
Banjir Surut, Petani Kembali Beraktivitas
Festival Kuliner di Kantor Bakorwil
PASCA PEMBOBOLAN DI DISDIKPORA ; Wabup Kaji Tingkat Keamanan dan CCTV
UKM LEMAH DIBANTU APBD ; PSKY Jadi XT Square
31/07/2010 09:06:11 

YOGYA (KR) -  Pasar Seni dan Kerajinan Yogyakarta (PSKY) yang terletak di bekas Terminal Umbulharjo ini berubah nama menjadi XT (Eks - Terminal) Square Sementara itu direncanakan Usaha Kecil Menengah (UKM) lemah yang menyewa kios pembiayaan sewa akan dibantu oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)  Kota Yogyakarta 2011 mendatang

PSIM AKHIRI SELEKSI, PSS CARI INVESTOR ; Persiba Gunduli Buah Mujarab
PSSI Umumkan 22 Pemain ke Piala AFF
PEREBUTAN JUARA III PIALA INDONESIA ; Persik dan Persipura Optimis
PETANI PANEN LEBIH AWAL ; 10% Produksi Ubi Kayu Membusuk
31/07/2010 09:06:11 

WONOSARI (KR) - Tingginya curah hujan sampai Juli 2010, berdampak pada tanaman ubi kayu di Gunungkidul Banyak tanaman ubi kayu yang umbinya membusuk karena terendam air, sehingga petani terpaksa memanen lebih awal meskipun waktu panen belum saatnya

SEMANGAT BARU PRAMITA UTAMA ; Siapkan Nama Baru 'Parahita'
BELUM BERPENGARUH BESAR TERHADAP INFLASI ; Harga Cabai Tak Stabil, Sayuran Turun
Jualan Bunga Tabur Tak Lagi 'Harum'
Redaksi | Kontak Kami | Pasang Iklan | Profile Perusahaan | Disclaimer
Copyright © 1998 by KR Online Jl. P. Mangkubumi 40-44, Yogyakarta - Indonesia Telp. 62-274-565685 / Fax. 62-274-563125