REKONSILIASI GAYA IRAK ; Pasangan Sunni-Syiah Didorong Menikah
07/08/2009 08:11:07KONFLIK antara kelompok Sunni dan Syiah di Irak membuat pemerintah cemas. Pihak berwenang tidak ingin konflik tersebut terjadi berkepanjangan dan mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara di Irak. Lantaran itu, pemerintah Irak rajin mendorong rekonsiliasi, terutama antara Sunni dan Syiah. Belakangan pemerintah membuat terobosan dengan memberi hadiah uang senilai 2.000 dolar AS bagi pasangan pengantin campuran Sunni dan Syiah. Pemberian hadiah ini sekadar stimulan untuk mendorong terjadinya asimilasi antara kelompok Sunni dan Syiah. Saat ini setidaknya ada 1.700 pasangan pengantin Syiah-Sunni yang mendapatkan hadiah ekstra itu. Pemerintah bahkan menggelar perkawinan massal antara pasangan campuran ini. Acara itu telah berlangsung 15 kali dan terakhir perkawinan massal itu terjadi di Baghdad Barat pada Juli lalu. Satu diantara pasangan yang menikah itu adalah Munahad Talib, pria Sunni yang menikah dengan Samma Nasir, seorang wanita Syiah. Warga Dora, Baghdad itu mengatakan mereka menikah karena merasa cocok, bukan karena hadiah yang disediakan pemerintah. Di masa lalu, sebenarnya perkawinan campuran lazim terjadi di Irak. Hanya saja, sejak perang berkecamuk kawin campur ini merosot jumlahnya. Ulama Syiah, Sayyid Ahmed Hirz al-Yasiri mengatakan keadaan mulai tenang dan kehidupan mulai normal, sehingga warga kembali beraktivitas. Mereka kembali ke kantor dan universitas. Di sinilah mereka berinteraksi dan menemukan calon suami atau calon istri. Ulama pada Masjid al-Rahman Sunni di Azamiyah, Sheikh Omar Abdul-Rahman Rashid membenarkan bahwa jumlah perkawinan campur Sunni-Syiah kini meningkat. Keadaan yang mulai aman membuat jumlah pasangan yang menikah meningkat. Tahun 2007 ada 274.014 pasangan yang menikah dan tahun 2008 naik jadi 357.593 pasangan. Dari Januari sampai Maret 2009 ada 62.626 pasangan yang menikah. Sheik Hamid al-Adhami, seorang ulama Syiah mengatakan bahwa akhir-akhir ini setiap bulan rata-rata ia menikahkan empat sampai lima pasang pengantin. Dua atau tiga pasang di antaranya adalah perkawinan campuran. Meningkatnya jumlah pasangan pengantin yang menikah dibenarkan oleh penghulu Baghdad, Ahmed al-Azzawi dan Karim al-Ithawi. Aktivis pembela perempuan, Hind Khalaf menjelaskan bahwa perkawinan campuran tidak sepenuhnya hilang dari Irak. Hanya saja di masa-masa konflik, perkawinan semacam itu menurun jumlahnya. (AP/Prabandari)-g
09/02/2010 09:40:00 YOGYA (KR) - Dinas Perindagkoptan Kota Yogyakarta akan merekomendasikan beras kualitas menengah IR 64 yang dijual dalam operasi pasar murah (OPM) beras untuk dijual pedagang pasca berakhirnya OPM di 14 kecamatan se-Kota Yogyakarta Sementara itu, OPM beras di Kota Yogyakarta akan digelar di Kecamatan Kotagede, Selasa hari ini (9/2) di Pendopo Kecamatan Kotagede pukul 09