Jual Beli
SGD 6674.15 6545.15
USD 9480.00 9330.00
Sayap Sayap yang Terkembang 1787
Selengkapnya
Home>>Opini Publik
Anggota DPR Nampaknya Perlu Sentilan
31/07/2010 09:06:11 KABAR anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang malas, suka bolos, kembali mencuat. Ketidakhadiran anggota DPR pada sidang menjadi perhatian banyak pihak, dan sudah muncul rekap para wakil rakyat yang suka membolos.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR Nudirman Munir sudah menyatakan akan melakukan klarifikasi terhadap anggota DPR yang mangkir enam kali berturut-turut sidang paripurna atau komisi atau kelengkapan DPR, diberhentikan. Kalau tiga kali ditegur lisan atau tertulis, dan yang terakhir diberhentikan sebagai pimpinan alat kelengkapan. Tindakan yang diambil sesuai UU No 27 tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). UU MD3 menyebutkan siapa yang mangkir hingga enam kali berturut-turut kena sanksi pemberhentian. Peraturan Tata Tertib anggota DPR jelas diatur dengan UU No 27 tahun 2009 tentang MD3.
Terhadap anggota dewan yang dikabarkan suka bolos, kalau sudah ada datanya  dilakukan klarifikasi apakah ini sudah tepat apakah atau ada alasan lain kenapa mereka mangkir. Klarifikasi dengan Ketua Fraksi, juga dengan Sekjen DPR, apakah ada surat-suratnya seperti sakit atau ada tugas partai. Harus ada cek dan ricek untuk memastikan bolos atau tidak. Klarifikasi ke lapangan, juga ke Setjen.
Di lain pihak, ada anggota dewan yang berpandangan, menilai kinerja anggota DPR hendaknya tidak terbatas pada kehadiran  di rapat paripurna, namun juga melihat dari peran dan keaktifannya dalam menyelesaikan tugas-tugas dalam alat-alat kelengkapan DPR.
Namun tak sedikit pengamat mengatakan, kemalasan anggota DPR bukan hal baru. Hampir dalam setiap periode selalu muncul perdebatan soal anggota DPR yang malas, terutama yang sering membolos. Kadang, datang, tanda tangan, pulang dapat uang. Namun belum ada setahun DPR periode 2009-2014 bekerja,  sudah disoroti, karena gajinya dan tunjangan yang tinggi. Sebutan ‘DPR Pemalas’ dari opini publik yang dilansir pers bisa berimbas pada anggota DPR yang rajin, berdedikasi tinggi dan betul-betul mencoba menjalankan fungsinya sebagai anggota DPR yang benar.
Kini, isu anggota DPR sering bolos dan tak produktif, direaksi dengan upaya DPR mengejar target penyelesaian Rancangan Undang-Undang. Bahkan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengatakan, Badan Legislatif (Baleg) DPR RI telah menjanjikan pada tahun ini semua draft yang berkaitan dengan naskah akademik RUU yang ditargetkan sudah selesai dibahas. “Kita masih usahakan sampai Desember untuk kejar 70 RUU. Mudah-mudahan bisa 70 persen tercapai dan jangan sampai di bawah 50,” kata Priyo yang menyeru agar tidak membanding-bandingkan kerja DPR periode 2009-2014 dengan periode sebelumnya.
Dari perkembangan ini jelas bahwa sentilan dalam bentuk apapun nampaknya memang diperlukan untuk menyulut semangat kerja para anggota DPR. Pasalnya, para anggota DPR memang orang partai dan politisi. Tapi ketika mereka sudah berstatus anggota DPR, mereka harus menjadi wakil semua golongan. Lebih dari itu, masyarakat yang semakin kritis bisa menilai kapasitas wakil rakyat dari suatu partai tertentu, dan hal ini bisa berpengaruh pada pamor partai politik dalam perolehan suara Pemilu pada masa mendatang. Dengan kata lain, citra partai bisa dipengaruhi kapasitas, dedikasi maupun kedisiplinan orangnya di DPR. q - k.
Berita Lainnya:
Redaksi | Kontak Kami | Pasang Iklan | Profile Perusahaan | Disclaimer
Copyright © 1998 by KR Online Jl. P. Mangkubumi 40-44, Yogyakarta - Indonesia Telp. 62-274-565685 / Fax. 62-274-563125