Jual Beli
SGD 6674.15 6545.15
USD 9480.00 9330.00
Sayap Sayap yang Terkembang 1787
Selengkapnya
Home>>Ekonomi dan Bisnis
BELUM BERPENGARUH BESAR TERHADAP INFLASI ; Harga Cabai Tak Stabil, Sayuran Turun
31/07/2010 09:06:11 

YOGYA (KR) - Harga cabai kembali mengalami ketidakstabilan harga. Sementara harga sayur-sayuran justru mengalami penurunan cukup drastis hingga Rp 1.000/kg. Meski beberapa harga mengalami penurunan, namun diprediksi pertengahan bulan Ramadan harga beberapa komoditas justru mengalami kenaikan lagi.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto, Jumat (30/7) di kantornya mengatakan, pihaknya melakukan pantauan harga di empat pasar besar Kota Yogya seperti Pasar Beringharjo, Kranggan, Lempuyangan dan Kotagede. Berdasarkan hasil pantauannya, beberapa jenis barang mengalami kestabilan harga, meski demikian kenaikan dan penurunan harga yang mencolok juga ada.
Pantauan pada minggu terakhir untuk beberapa harga seperti harga cabai merah keriting semula Rp 28.500/kg turun menjadi Rp 27.750/kg. Namun untuk cabai rawit hijau dari Rp 16.750/kg naik menjadi Rp 22.500/kg, bahkan untuk cabai rawit merah yang semula Rp 40.750/kg naik tajam menjadi Rp 47.000/kg.
Sementara jenis sayuran mengalami penurunan Rp 1.000/kg, seperti kol bulat semula Rp 5.750/kg menjadi Rp 4.750/kg. Bawang putih jenis sincho semula Rp 25.375/kg menjadi Rp 22.750/kg. Bawang merah kualitas sedang dari Rp 12.750/kg turun menjadi Rp 11.000/kg, dan bawang merah besar dari Rp 15.250/kg menjadi Rp 13.750/kg.
"Penurunan harga sayuran diprediksi karena daerah pemasok sudah mulai panen. Biasanya untuk jenis bawang disuplai dari Brebes dan Bantul," jelas Sugeng.
Sedang gula pasir Madukismo dari Rp 10.200/kg turun menjadi Rp 10.125/kg. Beras jenis mentik super naik dari Rp 7.250/kg menjadi Rp 7.300/kg. Telur ayam ras dari Rp 13.000/kg naik menjadi Rp 13.625, minyak goreng barco dari Rp 10.250/kg menjadi Rp 10.375/kg dan sawit turun dari Rp 8.700/kg menjadi Rp 8.500/kg.
Pedagang sembako di Pasar Pingit Ny Nurrzamhuri menyatakan, harga sejumlah bahan pokok seperti beras, gula pasir dan minyak goreng di pasaran terus mengalami kenaikan. Misalnya untuk harga beras C4 kualitas sedang yang dulunya Rp 5.500/kg naik menjadi Rp 6.000/kg. C4 kualitas bagus semula Rp 6.500/kg menjadi Rp 7.000/kg. Sedangkan minyak goreng jenis barco dari 10.700/kg naik menjadi Rp 11.200/kg dan sawit dari 8.500/kg naik menjadi Rp 9.000/kg.
"Saat ini hampir setiap hari harga kebutuhan pokok selalu berubah. Untuk itu jika pedagang tidak cermat dan selalu memantau perkembangan harga di pasaran bisa-bisa terancam merugi. Apalagi menjelang Ramadan seperti sekarang, dalam sehari kenaikannya bisa terjadi 2 kali," jelasnya kepada KR.
Nurrzamhuri menambahkan, selain beras dan minyak goreng, harga gula pasir dan gula jawa di pasaran juga naik turun. Misalnya untuk gula pasir dari Rp 9.800/kg naik menjadi Rp 10.000/kg sedangkan gula jawa dari Rp 9.000/kg naik menjadi Rp 10.000/kg.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi DIY dr Andung Prihadi S mengatakan, melambungnya harga berbagai kebutuhan disebabkan karena ketersediaan barang sedikit sementara kebutuhan masyarakat meningkat. "Yang terjadi sekarang, produksi memang menurun karena terjadi anomali cuaca dan serangan hama," katanya kepada wartawan.
Dia memastikan, kenaikan harga-harga kali ini bukan karena adanya spekulasi yang dilakukan pihak tertentu. Pemprov, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan harga-harga di pasaran untuk menentukan kebijakan lebih lanjut. Pemantauan dilakukan setiap minggu. Ketika sudah mempengaruhi inflasi, artinya kebutuhan tidak bisa ditekan sementara stoknya terbatas, pemprov baru akan mengambil kebijakan. Apakah perlu operasi pasar atau dilakukan subsidi dari pemerintah.          (M-1/Ria/Ast)-o
"Ketika harga naik belum tentu harus operasi pasar. Kita lihat betul bagaimana tingkat inflasinya. Kalau mempengaruhi inflasi tentunya harus dilakukan operasi pasar," tuturnya.
Dari pantauan sementara, kenaikan harga belum berpengaruh besar terhadap inflasi. Dibanding bulan yang sama tahun lalu, kali ini masih lebih rendah, di bawah 0,04. Sebab itu menurut Andung, sebaiknya biarkan petani menikmati harga yang baik dulu. Jangan terburu-buru ditekan.

Berita Lainnya:
PRODUKTIVITAS KERJA : Pandai Bersyukur
‘Prepegan’, Pasar Tradisional Diserbu Warga
Layanan ‘Weekend Banking’ BNI
Permintaan Jasa Servis Motor Meningkat
BPR BANK BAPAS 69 MAGELANG ; 41 Tahun, Pacu Kinerja
LEBARAN LAYANAN RS SARDJITO 24 JAM ; Terima Titipan 40 Pasien Gangguan Jiwa
09/09/2010 03:30:24 

 YOGYA (KR) - Selama Lebaran tahun 2010 mulai H-7 hingga H+7 RSUP Dr Sardjito tetap membuka layanan kesehatan 24 jam Di samping itu juga membentuk tim satuan tugas (satgas) yang akan diterjunkan di 23 unit, di antaranya Unit Gawat Darurat (UGD), ICCU, ICU, kamar operasi, bius, cuci darah, laboratorium, radiologi, sterilisasi alat, farmasi, rawat inap dan rawat gangguan jiwa

KEPERCAYAAN TERHADAP LAZIS CUKUP TINGGI ; Perolehan Zakat di Yogya Meningkat
’NGABEKTEN’ DIIKUTI PAKU ALAM DAN PEJABAT ; Sultan Salat Id di Alun-alun Utara
KETOPRAK RINGKES ‘PUTRI CINA’ ; Kemasan Humor Spesial Lebaran
PRODUKTIVITAS KERJA : Pandai Bersyukur
09/09/2010 03:30:24 DALAM ajaran agama selalu ditekankan agar kita bersyukur atas segala nikmat yang telah disediakan Sang Pencipta Syukur menurut kamus bahasa Indonesia adalah rasa terima kasih kepada Allah karena terlepas dari marabahaya, adanya keberuntungan, dan sebagainya
‘Prepegan’, Pasar Tradisional Diserbu Warga
Layanan ‘Weekend Banking’ BNI
Permintaan Jasa Servis Motor Meningkat
Redaksi | Kontak Kami | Pasang Iklan | Profile Perusahaan | Disclaimer
Copyright © 1998 by KR Online Jl. P. Mangkubumi 40-44, Yogyakarta - Indonesia Telp. 62-274-565685 / Fax. 62-274-563125