Jual Beli
SGD 6674.15 6545.15
USD 9480.00 9330.00
Sayap Sayap yang Terkembang 1787
Selengkapnya
Home>>Ekonomi dan Bisnis
PETANI PANEN LEBIH AWAL ; 10% Produksi Ubi Kayu Membusuk
31/07/2010 09:06:11 

WONOSARI (KR) - Tingginya curah hujan sampai Juli 2010, berdampak pada tanaman ubi kayu di Gunungkidul. Banyak tanaman ubi kayu yang umbinya membusuk karena terendam air, sehingga petani terpaksa memanen lebih awal meskipun waktu panen belum saatnya.
Dari pantauan KR di wilayah Kecamatan Tepus, Tanjungsari dan Girisubo, sebagian petani sudah mulai memanen ubi kayu, baik yang dipanen kemudian diolah menjadi gaplek, maupun langsung dijual kepada tengkulak dalam bentuk ubi basah.
Seorang petani ubi kayu di Dusun Pule Desa Sidoharjo Tepus, Sumino (60) menyatakan, petani ubi kayu merasa kecolongan, karena tanaman ubi kayu setelah dipanen hampir sepertiga umbinya membusuk. "Bahkan sisa umbi yang masih utuh, juga tidak akan tahan lama jika diolah menjadi gaplek, sehingga langsung dijual dalam bentuk umbi basah dengan harga Rp 500/kg," ujarnya baru-baru ini.
Dari pantauan KR, sepanjang wilayah Pantai Selatan mulai dari Baron sampai Wediombo Kecamatan Girisubo, sudah banyak lahan ubi kayu yang dipanen lebih awal. Hasil panen ubi kayu tersebut oleh petani langsung dijual kepada tengkulak dengan harga cukup murah. Untuk ubi basah hanya Rp 500 dan gaplek paling tinggi Rp 1.000/kg.
Ketua Asosiasi Ubi Kayu Gunungkidul Suradal mengakui, pihaknya tidak bisa mencegah petani yang tergesa-gesa memanen ubi kayu, apalagi dijual dengan harga yang cukup murah. Meskipun secara fisik produksi ubi kayu naik, tetapi setelah dijual, jumlah pendapatan yang diterima petani justru menurun.
Suradal mengakui ada sekitar 10-15% hasil panen ubi kayu atau tanaman ubi kayu membusuk. Ada dua kemungkinan penyebabnya, selain curah hujan tinggi, juga faktor penggunaan pupuk organik yang berlebihan. "Karena pemakaian pupuk organik baru pertama kali, sehingga petani belum berpengalaman, akibatnya banyak umbi yang busuk," kata Suradal.   (Awa)-g

Berita Lainnya:
PRODUKTIVITAS KERJA : Pandai Bersyukur
‘Prepegan’, Pasar Tradisional Diserbu Warga
Layanan ‘Weekend Banking’ BNI
Permintaan Jasa Servis Motor Meningkat
BPR BANK BAPAS 69 MAGELANG ; 41 Tahun, Pacu Kinerja
LEBARAN LAYANAN RS SARDJITO 24 JAM ; Terima Titipan 40 Pasien Gangguan Jiwa
09/09/2010 03:30:24 

 YOGYA (KR) - Selama Lebaran tahun 2010 mulai H-7 hingga H+7 RSUP Dr Sardjito tetap membuka layanan kesehatan 24 jam Di samping itu juga membentuk tim satuan tugas (satgas) yang akan diterjunkan di 23 unit, di antaranya Unit Gawat Darurat (UGD), ICCU, ICU, kamar operasi, bius, cuci darah, laboratorium, radiologi, sterilisasi alat, farmasi, rawat inap dan rawat gangguan jiwa

KEPERCAYAAN TERHADAP LAZIS CUKUP TINGGI ; Perolehan Zakat di Yogya Meningkat
’NGABEKTEN’ DIIKUTI PAKU ALAM DAN PEJABAT ; Sultan Salat Id di Alun-alun Utara
KETOPRAK RINGKES ‘PUTRI CINA’ ; Kemasan Humor Spesial Lebaran
PRODUKTIVITAS KERJA : Pandai Bersyukur
09/09/2010 03:30:24 DALAM ajaran agama selalu ditekankan agar kita bersyukur atas segala nikmat yang telah disediakan Sang Pencipta Syukur menurut kamus bahasa Indonesia adalah rasa terima kasih kepada Allah karena terlepas dari marabahaya, adanya keberuntungan, dan sebagainya
‘Prepegan’, Pasar Tradisional Diserbu Warga
Layanan ‘Weekend Banking’ BNI
Permintaan Jasa Servis Motor Meningkat
Redaksi | Kontak Kami | Pasang Iklan | Profile Perusahaan | Disclaimer
Copyright © 1998 by KR Online Jl. P. Mangkubumi 40-44, Yogyakarta - Indonesia Telp. 62-274-565685 / Fax. 62-274-563125